Minggu, 21 Juli 2013

MARAH ala Presiden Kita


Beberapa waktu lalu Presiden SBY secara terbuka mengungkapkan kemarahannya terhadap Kementrian Hukum dan HAM yang dinilainya lamban merespon kejadian di Lapas Tanjung Gusta. "Saya tidak bisa terima ini .....saya mengetahui kejadiannya terlebih dahulu lewat media....", demikian potongan pernyataan Presiden SBY sebelum Amir Syamsuddin atau Denny Indrayana membuat pernyataan.

Ini bukan kejadian pertama Presiden SBY terekspos marah oleh media. Desember 2012 misalnya SBY marah setelah mengetahui ada 4 Gubernur yang tidak hadir di acara penyerahan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2013-2014. Keempat Gubernur itu adalah Lampung, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.

Hal yang menarik, masyarakat tidak ikut-ikutan marah kepada empat Gubernur yang dimarahi Presiden, Tapi justru balik marah atau mengkritisi Presiden SBY. Berbagai kritik pedas kepada SBY bermunculan di media-media sosial. Yang kecewa dengan cara SBY marah, menulis semaunya. Seakan tidak mau peduli yang mereka kritik adalah Orang Nomor Satu di Indonesia.

Memang bukan baru kali ini Jenderal yang bergelar Doktor itu marah, Sehingga faktor ini menjadi salah satu alasan, mengapa muncul kemarahan di kalangan masyarakat. SBY pernah memarahi Bupati di acara yang digelar di Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional). Tahun lalu, SBY juga marah kepada murid-murid sekolah dasar yang tidak mendengarkan pidatonya.

Anggota DPR-RI dari salah satu fraksi besar di Senayan misalnya beberapa tahun lalu menceritakan terkait sikap Presiden SBY yang gampang marah. Yang menjadi sasaran Menteri Kelautan Cicip Soetardjo. Cicip sempat tidak tidak ditegur oleh Presiden.

Kebiasaan SBY yang suka marah ini sangat kontras dengan waktu-waktu yang lalu. Sebelum menjadi Presiden di 2004 terutama di saat berkampanye, SBY selalu tampil secara simpatik. Ia tidak pernah mengesankan sebagai seorang pemimpin yang gampang marah. Kalau ada pertanyaan, sesinis apapun, dijawabnya dengan sikap seorang yang sudah terbentuk kesabarannya.

Sehingga muncul persepsi, Presiden sebetulnya selama ini, secara sengaja menyembunyikan kebiasaan buruknya. Atau SBY secara sadar melakukan desepsi kepada rakyatnya demi untuk mencapai obsesinya.

Maka tidak heran jika muncul kecurigaan SBY, sebetulnya seorang pemarah. Hanya saja karena kebutuhan pencitraan, kebiasaan pemarah itu, ditutup sedemikian rupa. Sebab agak kurang masuk akal, dalam waktu singkat, tiba-tiba saja SBY sudah berubah. Apakah SBY menganggap, karena waktunya sebagai Presiden semakin menipis, maka dia tidak perlu lagi berbasa-basi?

Atas dasar itu muncul konklusi subyektif, Presiden SBY lebih banyak berbuat marah dan hampir tidak pernah membuat rakyatnya senang dan tenang. Rakyat hanya menjadi obyek untuk kepentingan kekuasaan yang durasinya sangat pendek.

Marah dan apapun bentuknya, memang bukan monopoli Presiden SBY. Sehingga kalaupun ada yang reaktif terhadap sikap Presiden, Pak SBY pun sepantasnya tidak perlu marah (lagi). Soalnya para Presiden pendahulunya, juga sama. Mereka pun suka marah-marah. Hanya saja cara mereka marah, agak berbeda dengan SBY.

Soekarno sebagai manusia biasa, bukan sekali dua kali diketahui memendam amarah. Tetapi ketika Soekarno marah dalam kapasitas sebagai pemimpin, yang jadi sasarannya adalah orang asing, bekas penjajah dan kaum kapitalis. Bukan rakyat atau buahnya. Ketika Soekarno marah kepada orang asing, rakyat Indonesia tidak memusuhinya. Tapi justru bangga dan mencintainya.

Esensi dari kemarahan Soekarno, untuk membangunkan semangat rakyat Indonesia. Terhadap Malaysia misalnya. Kemarahan Soekarno, hanya karena para pemimpin Malaysia tidak mau berjuang mencapai kemerdekaan, tetapi hanya menunggu hadiah dari penjajah Inggris. Itu sama dengan merendahkan derajat bangsa serumpun.

Cara Soekarno menghadapi Malaysia, sangat berbeda dengan Presiden SBY. Tidak ada catatan yang menunjukkan, ayah Megawati Soekarnoputri itu suka melampiaskan kemarahannya hanya karena ia menghadapi banyak persoalan. Dalam personaliti Soekarno berbaur dua indentitas: sebagai pemimpin dan selaku rakyat biasa.

Toeti Kakiailatu, wartawati senior yang pernah bertugas di istana pada era Soekarno, bertutur. Seorang Menteri di Kabinet Soekarno pernah meminta uang kepada sang Proklamator itu. Pada waktu itu, "mood" Soekarno sebetulnya tidak begitu bagus. Tapi Soekarno dengan entengnya menjawab: "Coba periksa kantong jasku yang di gantung. Kalau ada uang, ambillah separuhnya, sisakan buat saya..." Sebuah sikap dari pemimpin yang tidak terpengaruh oleh "mood".

Soekarno menjadi Presiden-tidak dipilih secara langsung oleh rakyat, tetapi ia paham bagaimana pentingnya menjaga hubungan kemanusiaan. Menurut buku "Soekarno Penyambung Lidah Rakyat", karya Cindy Adams, dan "The Indonesian Tragedy" karya Brian May, Soekarno pemarah tetapi sekaligus pemaaf.

Tercatat 3 orang Indonesia dan satu warga Amerika Serikat yang pada awalnya dia marahi tetapi belakangan diberinya maaf. Mereka adalah Letnan Kolonel AH Nasution, Mayor Maukar (penerbang TNI AU) dan Letnan Kolonel Zulkifli Lubis. Lalu Alan Pope, penerbang pesawat mata-mata Amerika Serikat.

Nasution dimaafkan oleh Presiden Soekarno, sekalipun pada 1957, ia membawa panser dan sejumlah anak buahnya ke Istana untuk meminta Soekarno mundur dari jabatan Presiden. Nasution gagal dengan misinya. Tapi setelah insiden itu, Nasution oleh Presiden Soekarno justru dinaikkan pangkat dan memperoleh jabatan lebih tinggi.

Maukar dengan pesawat tempur menghujani Istana dengan tembakan mitraliur dari udara. Sasarannya Presiden Soekarno yang dicurigai Maukar sedang bercinta dengan Norma Sanger, sang kekasihnya. Pasca-kejadian itu, Maukar hanya diinterogasi tetapi tidak diapa-apakan. Maukar menghabiskan masa tuanya di Bali dan baru meninggal awal 2000-an.

Soekarno berkunjung ke perguruan Cikini, dimana Guntur Soekarnoputra, putera tertua Soekarno, bersekolah. Di sana Soekarno dilempari granat, tapi selamat. Soekarno menuduh Zulkifli Lubis yang menjabat Kepala Intelejens, sebagai pihak yang memplot usaha pembunuhan itu. Tapi pasca-peristiwa Cikini, Soekarno juga tidak mengucilkan Zulkifli.

Alan Pope, penerbang pesawat mata-mata AS. Pope sedang membantu Permesta, gerakan militer yang menentang pemerintahan Soekarno. Pesawatnya tertembak dan dia tertangkap. Pope dilepas Soekarno ke negara asalnya, dengan pesan, jangan ganggu lagi Indonesia.

Lain Soekarno, lain SBY dan lain pula Soeharto. Soeharto sebagaimana digambarkan wartawan Jerman Dr OG Roeder, dalam buku "The Smiling General", merupakan seorang yang selalu tersenyum. Soeharto bisa mengekspresikan rasa marahnya melalui senyum. Dengan cara itu, tidak akan ada anak buah Soeharto merasa dipermalukan di depan publik.

Masyarakat luas baru tahu bahwa Habibie pernah sangat marah kepada Letjen Prabowo Subianto, Pangkostrad di era Habibie, melalui buku. Rasa marah Habibie itu pun baru terungkap pada pasca masa kepriesidenannya.

Gus Dur, tidak mudah membedakan kapan sedang marah, bercanda atau sedang serius. Yang pasti Gus Dur lebih banyak meninggalkan kesan bahwa ia Presiden yang suka bikin orang tertawa. Dan tertawa itu sehat.

Megawati? Orang yang paling dia marahi atau musuhi di atas planet saat ini kelihatannya hanyalah Presiden SBY. Sejak pecah kongsi di 2004, hingga 2012, Megawati belum mau bersapa apalagi berjabat tangan dengan SBY. Mega tidak pernah secara eksplisit menjelaskan penyebab kemarahannya. Hal yang membedakannya dengan cara marah ala SBY.

Kamis, 18 Juli 2013

Bola Panas Bernama Presidential Treshold


Sempat tertunda beberapa bulan, Badan Legislatif DPR hendak memulai kembali pembahasan RUU Pilpres 2014. Hingga saat ini UU  Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres tertahan di Badan Legislasi (Baleg) DPR. Pusat perdebatan masih terletak pada isu ambang batas pencalonan presiden, atau yang biasa disebut dengan presidential threshold.
Secara sederhana posisioning kepentingan parpol di DPR terbelah menjadi dua. Di satu sisi, ada kelompok partai yang mendorong diturunkannya angka presidential threshold atau dihapuskan sama sekali. Namun di sisi lain, partai partai besar bersikukuh pada angka ambang batas yang tinggi, yakni 20 persen.
Tulisan ini berpijak pada argumentasi utama bahwa, keberadaan presidential threshold dalam UU Pilpres, akan memberikan efek samping atas tersendatnya sirkulasi kepemimpinan nasional. Sebab, mekanisme pencalonan presiden dan wakilnya, dipersempit hanya pada partai besar saja. Dan ini menghambat sirkulasi kepemimpinan bangsa ini.
Lebih daripada itu, ada beberapa faktor yang kiranya patut dipertimbangkan untuk menerapkan presidential threshold. Pertama, keberadaan presidential threshold dilihat dari kacamata konstitusi, tidak memiliki landasannya. Mekanisme pencalonan presiden sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Ayat 6A, tidak ada klausul yang mengamanatkan adanya presidential threshold. Benar adanya bahwa partai politik dimandatkan secara konstitusional untuk mencalonkan presiden dan wakilnya. Namun tidak demikian halnya dengan penetapan presidential threshold. Apalagi jika angka presidential threshold ditetapkan hingga 20 persen. Ketika UU Pilpres menetapkan adanya presidential threshold, maka tidak semua partai politik atau gabungan partai politik berhak memajukan calonnya sebagai presiden dan wakil presiden. Dalam hal ini, berarti presidential threshold yang dimuat dalam UU Pilpres telah melanggar hak konstitusi partai politik yang telah lolos ke parlemen.
Kedua, selain melanggar dimensi konstitusi, keberadaan presidential threshold dalam UU Pilpres merupakan sebuah bentuk penguatan sistemik oligarki partai politik. Tidak dipungkiri, bahwa saat ini partai politik memiliki lingkup kewenangan politik yang sangat besar. Hal itu sejatinya bukanlah masalah, sepanjang partai politik yang ada mampu berjalan secara professional dan modern. Namun kondisi ini belum dijalankan oleh partai politik kita saat ini. Sebagian besar masih terjangkit problem fundamental, dimana mesin parpol hanya menjadi loket politik dan bergerak dalam dimensi yang artificial dan belum yang substansial. Akibatnya sirkulasi kepemimpinan kita tersendat. Demokrasi dijalankan dengan mempermalukan civil rights, yang akhirnya menghasilkan deffective democracy (demokrasi yang cacat). Ketika presidential threshold ini diberlakukan,maka hal ini akan memangkas sirkulasi elit yang sejatinya itu dapat memberikan kesegaran dalam praktik demokrasi kita.
Ketiga, keberadaan presidential threshold dalam regulasi pilpres saat ini, sangatlah tidak cocok dengan desain system presidensial yang kita anut. Dalam system presidensial, presiden tidak akan mudah dijatuhkan sebagaimana yang lazim terjadi pada Negara yang mengadopsi system parlementer. Sehingga locus of power seorang presiden, tidak terlalu bergantung pada parlemen. Terlebih pada system pemilihan presiden secara langsung saat ini, ketika presidential threshold diterapkan, maka sebenarnya hanya partai-partai tertentu saja yang bisa mencalonkan, dan ini artinya memangkas aspirasi sebagian warga Negara terhadap calon presiden yang tidak dapat bertarung. Lebih-lebih, presidential threshold penerapannya juga sangat jarang ditemukan pada Negara demokrasi yang lain. Berbeda dengan electoral threshold yang telah dipraktikan oleh sebagian besar negara demokratis.
Melihat paparan yang ada, penting kiranya para partai politik dapat segera membahas dengan bijak dan seksama akan keberadaan presidential threshold dalam UU Pilpres Jangan sampai penerapan presidential threshold lebih didominasi pada kepentingan subjektif partai besar, namun menegasikan kepentingan bangsa yang lebih besar atas pengharapan kehidupan yang lebih baik, yakni dengan menyegarkan sirkulasi kepemimpinan nasional.

Selasa, 16 Juli 2013

Kota Kendari: Banjir Terparah Dalam 20 Tahun Terakhir


Banjir merendam sebahagian besar Kota Kendari dan beberapa daerah di sekitarnya. Penyebabnya adalah hujan berkepanjangan sejak dua pekan terakhir.
Mulai Senin (15/7/2013) malam hingga Selasa dini hari sejumlah lokasi banjir dilaporkan terjadi di hampir semua titik dalam kota Kendari antara lain terjadi di Kemaraya, Perumnas Poasia, Perumahan Dosen Unhalu dan sekitarnya, Jalan Latsitarda, Mandonga, dan Rumah Sakit Santa Ana.
Untuk daerah wua-wua banjir terjadi di seputaran pasar buah, lorong segar sampai menutupi jalan Jend. Ahmad Yani, demikian juga di daerah transito ke arah pasar panjang.
Sejumlah kawasan di Lepo-lepo mengalami musibah banjir paling parah, seperti Perumahan Fepabri, dan daerah sekitar Sungai Wanggu. Bahkan jalan poros mulai dari bundaran Avicena sampai puskesmas lepo-lepo ketinggian air mencapai 2 meter lebih. Demikian pula arah sebaliknya menuju Asrama haji kendari.
Ribuan rumah warga terendam. Mereka tidak dapat menyelamatkan barang, sebab sebahagian besar jalan utama juga tenggelam. Bahkan, sejak semalam pengendara yang melewati Jl. Bay Pass sudah mulai terjebak air banjir.
Sementara itu, kawasan Jalan Prof Rauf Tarimana yang berhubungan dengan Jalan Poros Anduonohu tinggi air sudah mencapai satu meter lebih, hingga Selasa (16/7/2013) pukul 15.00 WITA

Senin, 15 Juli 2013

Mengupas Peluang El Barca Musim 2013/2014


Pro-kontra kedatangan Neymar datang dari beragam pihak. Legenda Brasil, Pele, bukan sekali dua kali melemparkan pujian bahwa pemilik nomor punggung 11 Selecao tersebut akan melampaui bintang Barca saat ini, Lionel Messi. Sebaliknya, mantan pelatih Barca asal Belanda yang sukses memasukkan empat trofi La Liga ke museum Barca, Johan Cruyff, mengandaikan masuknya Neymar ke Barca akan menduplikasi peran nahkoda yang sudah diemban oleh Messi. Dua nahkoda pada satu kapal tidaklah masuk akal bagi Cruyff.
Baiklah kita coba melihat secara objektif bagaimana kira-kira masa depan Barca dengan datangnya Neymar.
Barca mengakhiri musim 2012/13 dengan “hanya” memperoleh satu trofi. Ada dua tim yang mengganjal langkah Barca di tiga ajang berbeda. Los Blancos memupus harapan d Piala Super Spanyol dan Piala Raja Spanyol, sementara juara Liga Champions musim ini, FC Bayern Munchen, memastikan tiket finalnya dengan menaklukkan Barca di babak semifinal.
Berbeda dengan proses tersingkirnya Barca di beberapa musim terakhir, di musim ini Madrid dan Munchen tidak meniru habis-habisan pola defensif total yang diperagakan oleh beberapa tim yang pernah menaklukan Barca sebelumnya. Hasilnya, buang jauh-jauh memori La Manita 29 November 2010 bila kita menyaksikan ulang enam kali El-Clasico musim ini. Pun demikian saat berkontra dengan FC Hollywood, tujuh gol tanpa balas telah sah menjadi rekor baru untuk selisih agregat babak gugur turnamen paling bergengsi di benua biru tersebut. Agresivitas, entah dalam bentuk pressing, menahan bola lebih lama, atau menempatkan jumlah pemain serang sama banyaknya dengan pemain bertahan, belakangan telah ditemukan sebagai cara yang lebih efektif untuk meredam permainan Barca. Tak hanya untuk menahan gempuran Barca, ternyata agresivitas juga bisa digunakan untuk membongkar pertahanan Barca yang digalang oleh Gerard Pique dan kawan-kawan. Tak cuma tim-tim besar, tim semenjana seperti Real Sociedad pun telah sukses menerapkan pola bermain demikian saat menggebuk Barca di pekan ke-20 La Liga.
Mengacu kepada agresivitas lawan yang semakin meningkat inilah maka untuk menghadapi musim depan, Neymar dijadikan bidikan pertama oleh Barca. Faktor utama perekrutan Neymar sudah pasti terkait dengan kemampuan olah bola yang dimilikinya. Jangan tanya ragam gol dan assist yang sudah dia bukukan. Mencetak gol dengan melakukan giringan panjang terlebih dahulu ataupun menceploskan bola mati dari titik tendangan bebas sudah biasa ia lakukan.
Di usia yang masih belia, 21 tahun, Neymar sudah menjadi langganan tim nasional Brasil. Sejak debutnya melawan Amerika Serikat pada 10 Agustus 2010, dia sudah mengemas 20 gol dari 32 pertandingan bagi Selecao. Ini akan membuat Neymar menjadi lebih kompetitif karena terbiasa bermain di level tertinggi dari sebuah negara yang setiap penduduknya seperti terlahir untuk bermain bola. Rasio gol yang tak jauh berbeda ditorehkannya saat membela klubnya, Santos. Sejak 2009, total sudah 136 gol dikemasnya dari 224 laga.
Bermain di area serang, ada beberapa pos yang rutin dimainkan oleh Neymar, mulai dari gelandang serang, penyerang sayap dan penyerang tengah. Merangsek dari sisi kiri dan kanan pertahanan lawan bisa ia lakukan sama baiknya. Disinilah komentar Cruyff menjadi penting bagi duet pelatih Francesc ‘Tito’ Vilanova dan Jordi Roura. Posisi-posisi yang disukai Neymar berpotensi untuk bentrok dengan Messi. Hanya satu pembeda tegas keduanya, Messi fasih menggocek bola dengan kaki kirinya, sementara Neymar sebaliknya.
Pada beberapa kekalahan yang dialami di musim ini, statistik serangan Barca tidaklah menggembirakan. Lawan dengan mudah mengunci alur serangan Barca yang dipusatkan pada Messi. Di saat bersamaan, Barca seringkali tidak memiliki alternatif pembongkar serangan lawan bila Messi sudah dimatikan. Ditambah beredarnya rumor akan dimasukkannya Pedro Rodriguez sebagai bagian paket tukar guling dengan bek Thiago Silva dari Paris Saint-Germain, semakin menunjukkan desain masa depan pendamping Messi di lini serang Barca adalah sosok yang bertipe penggiring, pengumpan dan penembak pada satu orang sekaligus. Neymar lengkap memiliki ketiganya. Dia bisa menjadi rantai yang menghubungkan jalur bola dari sisi berbeda dengan Messi. Dengan kualitas individu yang dimilikinya, ia juga efektif sebagai pemecah konsentrasi bek lawan yang hendak memerangkap Messi. Bisa juga posisi keduanya dirapatkan saat Barca berfokus membuka celah pertahanan lawan dari satu sisi saja.
Namun perlu dicatat, adanya nama Neymar tidak berarti meniadakan persoalan Barca secara teknis di lini depan. Sesungguhnya, dengan kemiripan gaya bermain Messi dan Neymar, keduanya mungkin tidak akan efektif untuk alternatif bola-bola lambung. Postur yang “ringkih”, yang seringkali menyebabkan Neymar terjatuh saat beradu fisik dengan bek lawan di ajang Campeonato Brasileiro hingga dicap berselera diving, akan tetap menjadi incaran bek-bek di Liga Spanyol. Maka, untuk menjaga variasi dalam menggempur pertahanan lawan, satu slot tersisa untuk lini depan tampaknya akan diperebutkan antara Cristian Tello yang memiliki lari cepat ditambah postur tinggi, dan Alexis Sanchez yang memiliki daya dobrak dan body-charge agresif.

Berkemampuan lengkap dan bermotivasi tinggi untuk tidak kehilangan satu posisi reguler di tim nasional menjelang perhelatan Piala Dunia di tanah kelahiran sendiri, wajar bila Barca berharap banyak bahwa totalitas bermain dari Neymar akan menjadi bahan bakar luar biasa bagi klub. Namun bila tidak hati-hati, kedatangan Neymar bisa menjadi suatu bumerang karena sesungguhnya ada sebuah “hukum alam” yang tampaknya sedang dilanggar oleh Barca. Setidaknya sejak menjadi kampiun Piala Eropa (sebelum berganti nama menjadi Liga Champions UEFA) pada musim 1991/92, hanya ada satu pemain non-Eropa yang sukses mengarungi musim pertamanya dan mempersembahkan satu gelar non-domestik bagi Barca tanpa menjalani program “magang” terlebih dahulu di salah satu klub Eropa lainnya. Dia adalah Giovani Silva de Oliveira, penyerang flamboyan Brasil yang didatangkan Barca langsung dari klub yang sama dengan Neymar, Santos, untuk menghadapi musim 1996/97 yang berakhir dengan raihan Piala Winners. Sukses menyumbang gelar di tahun pertama, ia hanya bertahan tiga musim di Barca. Bahkan, ia terlibat konflik dengan pelatih Barca yang “membuang”nya, Louis van Gaal, dengan menyebut sang pelatih layaknya Hitler bagi pemain-pemain Brasil.
“Hukum alam” yang dimaksud di atas berlaku bagi pemain Barca asal Amerika Latin atau Afrika yang merintis karir sepakbolanya dari kampung halamannya. Pengecualian hukum ini berlaku untuk pemain-pemain dari regional yang sama, seperti Messi dan Thiago Motta, yang menimba ilmu lebih dulu di akademi sepakbola Barca, La Masia. Gaya bermain di lapangan hijau dan gaya hidup sehari-hari di luar lapangan yang berbeda dengan keadaan saat merantau di Spanyol “mengharuskan” para legiun asing ini untuk memperhalus pendekatan personal mereka dalam memahami filosofi tiki-taka bila berkostum biru merah dan bagaimana mencerminkan semangat mes que un club di mana saja mereka berada. Lebih kronis lagi, sebenarnya masih terdapat lagi sebuah kelompok pemain yang didatangkan langsung dari benua Amerika atau Afrika namun sama sekali tidak memberikan gelar bagi Barca, bahkan untuk gelar domestik sekalipun. Sebut saja misalnya Javier Saviola.
Di Barca, Neymar akan bekerja dengan banyak bintang yang menjadi rekan setimnya. Maka terkait “hukum alam” tadi, ia perlu menyadari bahwa mengulang konflik dengan berbagai elemen tim saat dulu dilakukannya dengan kapten Edu Dracena dan pelatih Dorival Junior kala tak ditunjuk sebagai penendang penalti saat menghadapi Goianiense, 15 September 2010, akan menjadi santapan habis-habisan media Spanyol yang terlanjur mengidentifikasikan pemain-pemain Barca sebagai figur yang rendah hati dan tak banyak omong.
Sebagai atlet sepakbola, Neymar adalah komplet. Kualitas tekniknya tak perlu disangkal lagi. Namun secara pribadi, Neymar masih perlu diuji lagi. Ia sendiri hendaknya harus memodelkan dirinya menjadi ala Barca sesegera mungkin. Bila tidak, bukan hanya Barca yang akan menderita kerugian karena kontribusinya yang minim di atas lapangan, namun posisi inti Neymar di tim nasional Brasil jelang Piala Dunia 2014 juga bisa lepas dari genggaman dan masuk daftar “lelang”.
Selamat datang, Neymar! Semoga sukses menjadi bagian FC Barcelona!
Visca Barca!

Tips Traveling: Destinasi; Wakatobi


Pesona bawah laut Wakatobi memang salah satu yang terbaik di dunia. Letak Wakatobi yang masuk dalam wilayah Segitiga Karang Dunia membuat tempat ini menjadi surga bagi para penyelam. Bagaimana tidak, Wakatobi memiliki 750 dari 850 spesies koral, jenis karang yang beragam serta makhluk laut yang sudah sulit ditemukan di daerah lain.
Mewujudkan mimpi menikmati semua keindahan Wakatobi kini tidaklah susah. Transportasi ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, tersedia setiap hari. Sementara, di Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, telah tersedia angkot, taksi dan ojek. Total biaya yang dibutuhkan pun tak terlalu mahal, hanya dengan 7 jutaan untuk liburan selama 3 hari 2 malam. Anda bisa siap-siap backpacking ke sana.
Untuk ke Wakatobi, Anda bisa memilih menggunakan kapal laut atau pesawat. Menggunakan kapal laut memang lebih murah, namun makan waktu lama, dari Makassar ke Wakatobi saja membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Jadi, memakai pesawat adalah pilihan yang lebih tepat meski mungkin membuat perjalanan Anda tak seperti seorang backpacker.
Saat ini, penerbangan ke Wangi-wangi, ibukota Wakatobi, sudah tersedia setiap hari. Maskapai penerbangan Merpati air, melayani penerbangan dari Makassar ke Wangi-wangi sekali sehari, berangkat dari Makassar kurang lebih pukul 8.00 WITA. Penerbangan ini menggunakan pesawat kecil bermuatan 30-an orang dan akan transit di Bau-bau. Alternatif lainnya adalah via Kendari dengan maskapai yang sama.
Penerbangan ke Makassar bisa dilakukan dengan maskapai apa pun. Tapi, usahakan agar bisa tiba beberapa jam sebelum pesawat ke Wakatobi berangkat. Bila ingin aman, akan lebih baik memilih penerbangan dengan maskapai yang sama. Biaya dari Jakarta ke Wangi-wangi dengan Merpati Air sekitar Rp 1,7 jutaan.
Sampai di Wangi-wangi, anda bisa mulai mencari penginapan dengan menggunakan taksi ataupun ojek. Taksi di Wangi-wangi biasanya tak menggunakan argo, jadi lebih baik survei harga taksi lebih dulu dengan bertanya pada beberapa pihak. Kalau ingin keliling Wangi-wangi, taksi juga bisa disewa sepanjang hari dengan biaya sekitar Rp 250.000.
Untuk kemudahan transportasi, akan lebih baik memilih penginapan di Wangi-wangi. Tak perlu khawatir akan melewatkan wilayah lain, sebab terdapat speedboatataupun kapal bisa mengantar Anda ke wilayah Wakatobi lain, seperti Hoga, Kaledupa, Tomia dan Binongo.
Ada beragam pilihan penginapan. Paling murah adalah menginap di rumah warga, biayanya sekitar Rp 50.000 per malam. Hotel standar memiliki tarif sekitar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 per malam. Jika ingin lebih mewah, biasa memilih resort dengan harga Rp 500.000 sampai Rp 1.500.000 per malam.
Selesai dengan urusan akomodasi, Anda bisa mulai menyiapkan acara inti, menikmati keidahan laut. Seperti di tempat lain, ada dua alternatif, snorkeling dandiving. Bila tak memiliki perlengkapan, anda bisa menyewanya, termasuk menyewa pemandu dan kapal yang akan mengantarkan ke site diving.
Untuk mencari pemandu, paling mudah menghubungi kantor WWF Wakatobi. Mereka memiliki jaringan ke beberapa penduduk yang bisa memandu selam. Ada beberapa yang menawarkan paket pemandu, perlengkapan selam, kapal dan tempat penginapan dengan harga Rp 1.000.000 per orang per hari. Syaratnya, minimal rombongan adalah 4 orang.
Dengan paket itu, Anda sudah bisa menyelam di beberapa tempat terbaik Wakatobi, termasuk Hoga, Waha, Tomia dan tempat lain. Di lokasi selam tertentu, Anda bisa menjumpai ikan napoleon yang ukurannya cukup besar, termasuk kelinci laut, ragam bintang laut dan yang pasti keragaman karang.
Selain diving dan snorkeling, anda juga bisa menikmati atraksi lumba-lumba dengan Dolphin Watching atau melihat panorama matahari terbit dan tenggelam di Hoga, salah satu tempat dengan panorama sunset dan sunrise terbaik. Lahan budidaya rumput laut juga bisa dilihat di tempat-tempat tertentu, terutama sekitar Kaledupa dan Wangi-wangi.
Di malam hari, langit gelap juga menawarkan taburan bintang. Bagi yang menyukai astronomi, Wakatobi juga bisa menjadi salah satu alternatif. Di beberapa wilayah, masih bisa dijumpai kampung Bajo yang berada di tengah lautan, meski jumlah kian sedikit saat ini.
Kalau memang benar-benar ingin mengelilingi Wakatobi, setidaknya butuh waktu seminggu agar cukup puas. Pasalnya, perjalanan satu pulau ke pulau lainnya harus dilakukan denganspeedboat dengan jadwal tertentu yang kadang tak bisa diandalkan. Bisa saja menyewa speedboat khusus, tapi tarifnya mahal.
Untuk wisata kuliner, ada beberapa yang perlu dicoba. Anda bisa mencicipi kasuami, makanan pokok terbuat dari singkong yang diparut, diperas airnya dan dikukus, biasanya dimakan bersama ikan. Ada pula kari ayam Wakatobi serta kue karasi. Yang pasti, beragam seafooddengan mudah dijumpai. Ada warga yang bahkan memakan gurita.
  • Nah, ayo wujudkan mimpi ke Wakatobi. Nikmati keindahan yang semula hanya ada dalam cerita atau pun film. Bagi yang tak suka atau tak bisa menyelam, tak perlu takut. Aktivitas snorkeling cukup menjanjikan keindahan, pastikan saja pemandu tetap ada di dekat Anda, paling tidak membuat Anda tetap merasa tenang.