Selasa, 16 Juli 2013

Kota Kendari: Banjir Terparah Dalam 20 Tahun Terakhir


Banjir merendam sebahagian besar Kota Kendari dan beberapa daerah di sekitarnya. Penyebabnya adalah hujan berkepanjangan sejak dua pekan terakhir.
Mulai Senin (15/7/2013) malam hingga Selasa dini hari sejumlah lokasi banjir dilaporkan terjadi di hampir semua titik dalam kota Kendari antara lain terjadi di Kemaraya, Perumnas Poasia, Perumahan Dosen Unhalu dan sekitarnya, Jalan Latsitarda, Mandonga, dan Rumah Sakit Santa Ana.
Untuk daerah wua-wua banjir terjadi di seputaran pasar buah, lorong segar sampai menutupi jalan Jend. Ahmad Yani, demikian juga di daerah transito ke arah pasar panjang.
Sejumlah kawasan di Lepo-lepo mengalami musibah banjir paling parah, seperti Perumahan Fepabri, dan daerah sekitar Sungai Wanggu. Bahkan jalan poros mulai dari bundaran Avicena sampai puskesmas lepo-lepo ketinggian air mencapai 2 meter lebih. Demikian pula arah sebaliknya menuju Asrama haji kendari.
Ribuan rumah warga terendam. Mereka tidak dapat menyelamatkan barang, sebab sebahagian besar jalan utama juga tenggelam. Bahkan, sejak semalam pengendara yang melewati Jl. Bay Pass sudah mulai terjebak air banjir.
Sementara itu, kawasan Jalan Prof Rauf Tarimana yang berhubungan dengan Jalan Poros Anduonohu tinggi air sudah mencapai satu meter lebih, hingga Selasa (16/7/2013) pukul 15.00 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar