Sabtu, 28 Juni 2014

Kilas Balik Fase Grup FIFA World Cup 2014


Piala Dunia sebentar malam akan memasuki fase knock out, mari kita flash back sebentar hal-hal unik dalam perjalanan tim-tim di fase grup.

1. Seremoni Pembukaan Yang Mengecewakan

Tidak seperti Olimpiade, upacara pembukaan Piala Dunia jarang yang mengesankan. Kita selalu disuguhi sebuah koreografi massal yang dimaksudkan sebagai peragaan seni avant-garde tapi cenderung lebih terlihat seperti mimpi buruk warna-warni orang yang terlalu banyak menenggak acid.
Tapi bahkan untuk standar upacara pembukaan Piala Dunia sekali pun, pembukaan di Brasil ini mengecewakan. Biaya seremoni yang kabarnya mencapai angka 9 juta dollar ini hanya memberikan kita ratusan penari yang berkostum seperti Melly Goeslaw. Satu lagi, pria dewasa yang memakai kacamata hitam di dalam ruangan dan menyebut dirinya Pitbull seharusnya dilarang bernyanyi di depan umum.

2. Brasil Belum Berhasil Terlihat Meyakinkan

Ekspektasi publik Brasil dalam Piala Dunia pertama yang digelar di tanah mereka sejak terakhir kali tahun 1950 sungguh besar. Apa pun yang mereka raih selain menjadi juara akan dianggap sebuah kegagalan. Meski lolos dari babak grup sebagai juara, permainan anak asuh Luiz Felipe Scolari masih jauh dari meyakinkan.
Neymar sejauh ini masih bisa memanggul permainan Brazil di puncaknya, namun Seleccao kadang terlihat kerepotan dalam membongkar pertahanan lawan, terlebih mengingat bahwa sebagai ujung tombak, mereka memiliki striker yang malu-malu untuk masuk ke kotak penalti lawan seperti Fred.

3. Akhir yang Konyol dari Spanyol

Piala Dunia kali ini diwarnai dengan juara bertahan Spanyol yang bahkan pulang kampung lebih cepat dibanding pemudik lebaran early birds yang ingin menghindari macetnya Pantura. Vicente Del Bosque harus membayar mahal atas 2 hal: kepercayaannya kepada pemain veteran Spanyol dan kengototannya untuk mengubah filosofi tiki-taka La Furia Roja. Kekalahan di 2 pertandingan awal menjadikan Spanyol juara bertahan ketiga di empat Piala Dunia terakhir yang tersingkir di fase penyisihan grup.
Kalah 1-5 dari Belanda jelas luka yang paling membekas. Sampai detik ini, Sergio Ramos dikabarkan sering terbangun pada malam hari akibat mimpi buruk di mana dalam mimpinya ia sering diajak adu lari oleh sosok hantu kilat berkepala plontos.

4. Inggris Tetaplah Inggris

Ini mungkin satu-satunya Piala Dunia di mana Inggris memenuhi harapan dan prediksi sebelum turnamen dimulai. Sayangnya prediksi tersebut adalah gagal untuk lolos ke 16. Pasukan Roy Hodgson terlihat menjanjikan di lini depan, namun akhirnya harus menerima suratan takdir bahwa mereka tak cukup cakap bermain sepak bola.
Inggris menyelesaikan turnamen ini sebagai juru kunci dan tanpa kemenangan, tapi satu hal yang menggembirakan, di pertandingan terakhir Inggris bermain luar biasa dengan menahan imbang juara grup, Kosta Rika.

5. Wasit, Itu Semprotan Apa, Sit?!

Publik sepakbola dunia akhirnya diperkenalkan dengan inovasi untuk menandai posisi tendangan bebas dan pagar betis dengan cat semprot temporer yang digunakan wasit.
Alat ini sebelumnya sudah lazim digunakan di kompetisi domestik Brasil dan sudah pernah dicoba juga di Copa America. Dengan adanya alat ini, maka para pemain bertahan dalam tendangan bebas tak lagi bisa tipu-tipu untuk bergerak maju keluar dari pagar betis. Sayangnya inovasi tidak digunakan dari dulu. Akan menarik untuk melihat Robbie Fowler mengendus garis putih ini tak lama setelah disemprot wasit.

6. Kosta Rika adalah Favorit Semua Orang

Semua orang gemar mendukung underdog, terutama setelah tim jagoan mereka tersingkir, Tidak ada yang lebih underdog dari Kosta Rika, yang seperti Sansa Stark di Westeros, bertahan hidup lebih lama dibanding orang-orang lain yang nampak lebih kuat.
Waktu undian Piala Dunia dilakukan tahun lalu, pelatih Kosta Rika Jorge Luis Pinto tertangkap kamera tertawa untuk menghibur diri setelah timnya dipastikan segrup dengan Inggris, Italia, dan Uruguay. Kemungkinan besar Pinto masih tertawa sampai sekarang.

7. Pressing, pressing, pressing

High-pressing bukan barang baru di sepak bola sejak Arrigo Sacchi menjadikannya sakaguru tim AC Milan yang legendaris di akhir dekade 80-an. Tapi pada Piala Dunia kali ini kita menyaksikan pressing menjadi kunci keberhasilan beberapa tim melakukan kejutan. Tengok ketika Louis van Gaal menginstruksikan Bruno Martins Indi dan Stefan De Vrij untuk melakukan high-pressing terhadap para gelandang Spanyol hingga melewati garis tengah.
Atau ketika Kosta Rika mencekik lini tengah Italia dengan pressing tinggi yang membuat Andrea Pirlo tampil di bawah standar. Tak pelak lagi, yang menjadi tema utama Piala Dunia kali ini adalah pressing tinggi yang lebih ketat dari skinny jeans para hipster.

8. Selamat Datang di Pergaulan Dunia, Amerika!

Menyenangkan untuk melihat akhirnya masyarakat Amerika Serikat bisa mengapresiasi pertandingan football yang bolanya bundar dan bukan lonjong seperti telur. Melonjaknya antusiasme publik Amerika ditandai dengan beredarnya template surat izin dari kerja untuk menonton pertandingan yang ditandatangani pelatih Jurgen Klinsmann dan video pesan semangat untuk USMNT yang dikirimkan Hulk Hogan dan Will Ferrell. Angka penonton TV di Amerika pada siaran pertandingan timnas mereka di Piala Dunia kali ini dikabarkan menyaingi angka penonton NBA.
Niat mereka wajib dihargai walau kebanyakan penonton Amerika masih berusaha untuk mengikuti ritme pertandingan sepak bola. Dalam sebuah acara nonton bareng yang dihadiri beberapa warga Amerika, mereka sibuk bersorak-sorai setiap kali tim Amerika maju menggiring bola sejauh 10-yard - sebuah prestasi untuk ukuran American Football.

9. Tim-Tim Asia Memprihatinkan

Salah satu slogan dari federasi sepak bola Asia (AFC) adalah The Future is Asia. Entah kapan masa depan yang dimaksud akan datang, tapi yang pasti bukan tahun ini. Empat wakil Asia semuanya masuk kotak di babak penyisihan grup. Penampil paling menyedihkan tentu saja Jepang yang disebut-sebut sebagai Inggris-nya Asia dalam hal mengecewakan para pendukungnya.
Yang paling lumayan adalah Australia, mengingat kualitas skuat mereka yang sebenarnya pas-pasan. Penampilan Socceroos saat menghadapi Belanda sungguh membesarkan hati. Gol tendangan voli sensasional Tim Cahill dikabarkan membuat kawasan Kuta dan sekitarnya bergetar.

10. Luis Suarez, Lagi..!?

Jika kita mempercayai federasi sepak bola Uruguay, maka bekas gigitan di pundak Giorgio Chiellini adalah hasil Photoshop. Jika kita mempercayai Diego Lugano, maka bekas gigitan tersebut muncul karena media Inggris yang lebay. Jika kita mempercayai pembelaan suporter Liverpool, maka Luis Suarez adalah penemu obat anti-HIV dan akan membawa perdamaian ke Timur Tengah.
Namun nyatanya di tayangan ulang terlihat jelas bagaimana Suarez menancapkan giginya ke pundak Chiellini yang malang. Larangan 4 bulan dilarang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sepakbola dan tidak boleh bermain dalam 9 pertandingan tidak terasa sebagai hukuman yang berat jika mengingat ini bukan pertama atau kedua, tapi ketiga kalinya Suarez menggigit orang di lapangan. Entah apa pun pembelaan Anda, manusia dewasa yang normal tidak menggigit orang lain, kecuali nama anda adalah Hannibal Lecter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar